sejarah mitos

Sejarah Mitos dan Temuan Arkeologi Piramida Raksasa

Sejarah Mitos dan Temuan Arkeologi Piramida

Piramida raksasa Mesir merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia saat ini, sejak dulu dipandang sebagai bangunan yang misterius dan megah oleh orang-orang. Namun, meskipun telah berlalu berapa tahun lamanya, setelah sarjana dan ahli menggunakan sejumlah besar alat peneliti yang akurat dan canggih, masih belum diketahui, siapakah sebenarnya yang telah membuat bangunan raksasa yang tinggi dan megah itu? Dan berasal dari kecerdasan manusia manakah prestasi yang tidak dapat dibayangkan di atas bangunan itu?

Serta apa tujuannya membuat bangunan tersebut? Dan pada waktu itu ia memiliki kegunaan yang bagaimana atau apa artinya? Teka-teki yang terus berputar di dalam benak semua orang selama ribuan tahun, dari awal hingga akhir merupakan misteri yang tidak dapat dijelaskan.

Meskipun sejarawan mengatakan ia didirikan pada tahun 2000 lebih SM, namun pendapat yang demikian malah tidak bisa menjelaskan kebimbangan yang diinisiasikan oleh sejumlah besar penemuan hasil penelitian.

Sejak abad ke-6 SM, Mesir merupakan tempat pelarian kerajaan Poshi, yang kehilangan kedudukannya setelah berdiri lebih dari 2.000 tahun, menerima kekuasaan yang berasal dari luar yaitu kerajaan Yunani, Roma, kerajaan Islam serta kekuasaan bangsa lain.

Semasa itu sejumlah besar karya terkenal zaman Firaun dihancurkan, aksara dan kepercayaan agama bangsa Mesir sendiri secara berangsur-angsur digantikan oleh budaya lain, sehingga kebudayaan Mesir kuno menjadi surut dan hancur, generasi belakangan juga kehilangan sejumlah besar peninggalan yang dapat menguraikan petunjuk yang ditinggalkan oleh para pendahulu.

Tahun 450 SM, setelah seorang sejarawan Yunani berkeliling dan tiba di Mesir, membubuhkan tulisan: Cheops, (aksara Yunani Khufu), konon katanya, hancur setelah 50 tahun. Dalam batas tertentu sejarawan Yunani tersebut menggunakan kalimat "konon katanya", maksudnya bahwa kebenarannya perlu dibuktikan lagi. Namun, sejak itu pendapat sejarawan Yunani tersebut malah menjadi kutipan generasi belakangan sebagai bukti penting bahwa piramida didirikan pada dinasti kerajaan ke-4.

Selama ini, para sejarawan menganggap bahwa piramida adalah makam raja. Dengan demikian, begitu membicarakan piramida, yang terbayang dalam benak secara tanpa disadari adalah perhiasan dan barang-barang yang gemerlap. Dan, pada tahun 820 M, ketika gubernur jenderal Islam Kairo yaitu Khalifah Al-Ma'mun memimpin pasukan, pertama kali menggali jalan rahasia dan masuk ke piramida, dan ketika dengan tidak sabar masuk ke ruangan, pemandangan yang terlihat malah membuatnya sangat kecewa.

Bukan saja tidak ada satu pun benda yang biasanya dikubur bersama mayat, seperti mutiara, maupun ukiran, bahkan sekeping serpihan pecah belah pun tidak ada, yang ada hanya sebuah peti batu kosong yang tidak  ada penutupnya. Sedangkan tembok pun hanya bidang yang bersih kosong, juga tak ada sedikit pun ukiran tulisan.

Sejarah Mitos dan Temuan Arkeologi Piramida

Kesimpulan para sejarawan terhadap prestasi pertama kali memasuki piramida ini adalah "mengalami perampokan benda-benda dalam makam". Namun, hasil penyelidikan nyata menunjukkan, kemungkinan pencuri makam masuk ke piramida melalui jalan lainnya adalah sangat kecil sekali. Di bawah kondisi biasa, pencuri makam juga tidak mungkin dapat mencuri tanpa meninggalkan jejak sedikit pun, dan lebih tidak mungkin lagi menghapus seluruh prasasti Firaun yang dilukiskan di atas tembok.

Dibanding dengan makam-makam lain yang umumnya dipenuhi perhiasan-perhiasan dan harta karun yang berlimpah ruah, piramida raksasa yang dibangun untuk memperingati keagungan raja Firaun menjadi sangat berbeda.

Selain itu, dalam catatan "Inventory Stela" yang disimpan di dalam museum Kairo, pernah disinggung bahwa piramida telah ada sejak awal sebelum Khufu meneruskan takhta kerajaan. Namun, oleh karena catatan pada batu prasasti tersebut secara keras menantang pandangan tradisional, terdapat masalah antara hasil penelitian para ahli dan cara penulisan pada buku, selanjutnya secara keras mengecam nilai penelitiannya.

Sebenarnya dalam keterbatasan catatan sejarah yang bisa diperoleh, jika karena pandangan tertentu lalu mengesampingkan sebagian bukti sejarah, tanpa disadari telah menghambat kita secara obyektif dalam memandang kedudukan sejarah yang sebenarnya.

Teknik Bangunan yang Luar Biasa

Di Mesir, terdapat begitu banyak piramida berbagai macam ukuran, standarnya bukan saja jauh lebih kecil, strukturnya pun kasar. Di antaranya piramida yang didirikan pada masa kerajaan ke-5 dan 6, banyak yang sudah rusak dan hancur, menjadi timbunan puing, seperti misalnya piramida Raja Menkaure seperti pada gambar.

Kemudian, piramida besar yang dibangun pada masa yang lebih awal, dalam sebuah gempa bumi dahsyat pada abad ke-13, di mana sebagian batu ditembok sebelah luar telah hancur, namun karena bagian dalam ditunjang oleh tembok penyangga, sehingga seluruh strukturnya tetap sangat kuat.

Karenanya, ketika membangun piramida raksasa, bukan hanya secara sederhana menyusun 3 juta batu menjadi bentuk kerucut, jika terdapat kekurangan pada rancangan konstruksi yang khusus ini, sebagian saja yang rusak, maka bisa mengakibatkan seluruhnya ambruk karena beratnya beban yang ditopang.

Lagi pula, bagaimanakah proyek bangunan piramida raksasa itu dikerjakan, tetap merupakan topik yang membuat pusing para sarjana. Selain mempertimbangkan sejumlah besar batu dan tenaga yang diperlukan, faktor terpenting adalah titik puncak piramida harus berada di bidang dasar tepat di titik tengah 4 sudut atas.

Karena jika ke-4 sudutnya miring dan sedikit menyimpang, maka ketika menutup titik puncak tidak mungkin menyatu di satu titik, berarti proyek bangunan ini dinyatakan gagal. Karenanya, merupakan suatu poin yang amat penting, bagaimanakah meletakkan sejumlah 2,3 juta -2,6 juta buah batu besar yang setiap batunya berbobot 2,5 ton dari permukaan tanah hingga setinggi lebih dari seratus meter di angkasa dan dipasang dari awal sampai akhir pada posisi yang tepat.

Sejarah Mitos dan Temuan Arkeologi Piramida

Seperti yang dikatakan oleh pengarang Graham Hancock dalam karangannya "Sidik Jari Tuhan": Di tempat yang terhuyung-huyung ini, di satu sisi harus menjaga keseimbangan tubuh, dan sisi lainnya harus  memindahkan satu demi satu batu yang paling tidak beratnya 2 kali lipat mobil kecil ke atas, diangkut ke tempat yang tepat, dan mengarah tepat pada tempatnya, entah apa yang ada dalam pikiran pekerja-pekerja pengangkut batu tersebut.

Meskipun ilmu pengetahuan modern telah memperkirakan berbagai macam cara dan tenaga yang memungkinkan untuk membangun, namun jika dipertimbangkan lagi kondisi riilnya, akan kita temukan bahwa orang-orang tersebut tentunya memiliki kemampuan atau kekuatan fisik yang melebihi manusia biasa, baru bisa menyelesaikan proyek raksasa tersebut serta memastikan keakuratan maupun ketepatan presisinya.

Terhadap hal ini, Jean Francois Champollion yang mendapat sebutan sebagai "Bapak Pengetahuan Mesir Kuno Modern" memperkirakan bahwa orang yang mendirikan piramida berbeda dengan manusia sekarang, paling tidak dalam "pemikiran mereka mempunyai tinggi tubuh 100 kaki yang tingginya sama seperti manusia raksasa". Ia berpendapat, dilihat dari sisi pembuatan piramida, itu adalah hasil karya manusia raksasa.

Senada dengan itu, Master Li Hongzhi dalam ceramahnya pada keliling Amerika Utara tahun 2002 juga pernah menyinggung kemungkinan itu. "Manusia tidak dapat memahami bagaimana piramida dibuat. Batu yang begitu besar bagaimana manusia mengangkutnya?

Beberapa orang manusia raksasa yang tingginya lima meter mengangkut sesuatu, itu dengan manusia sekarang memindahkan sebuah batu besar adalah sama. Untuk membangun piramida itu, manusia setinggi lima meter sama seperti kita sekarang membangun sebuah gedung besar."

Pemikiran demikian mau tidak mau membuat kita membayangkan, bahwa piramida raksasa dan sejumlah besar bangunan batu raksasa kuno yang ditemukan di berbagai penjuru dunia telah mendatangkan keraguan yang sama kepada semua orang: tinggi besar dan megah, terbentuk dengan menggunakan susunan batu yang sangat besar, bahkan penyusunannya sangat sempurna.

Seperti misalnya, di pinggiran kota utara Mexico ada Kastil Sacsahuaman yang disusun dengan batu raksasa yang beratnya melebihi 100 ton lebih, di antaranya ada sebuah batu raksasa yang tingginya mencapai 28 kaki, diperkirakan beratnya mencapai 360 ton (setara dengan 500 buah mobil keluarga).

Dan di dataran barat daya Inggris terdapat formasi batu raksasa, dikelilingi puluhan batu raksasa dan membentuk sebuah bundaran besar, di antara beberapa batu tingginya mencapai 6 meter. Sebenarnya, sekelompok manusia yang bagaimanakah mereka itu? Mengapa selalu menggunakan batu raksasa, dan tidak menggunakan batu yang ukurannya dalam jangkauan kemampuan kita untuk membangun?

Sphinx, singa bermuka manusia yang juga merupakan obyek penting dalam penelitian ilmuwan, tingginya 20 meter, panjang keseluruhan 73 meter, dianggap didirikan oleh kerjaan Firaun ke-4 yaitu Khafre. Namun, melalui bekas yang dimakan karat (erosi) pada permukaan badan Sphinx, ilmuwan memperkirakan bahwa masa pembuatannya mungkin lebih awal, paling tidak 10 ribu tahun silam sebelum Masehi.

Seorang sarjana John Washeth juga berpendapat: Bahwa Piramida raksasa dan tetangga dekatnya yaitu Sphinx dengan bangunan masa kerajaan ke-4 lainnya sama sekali berbeda, ia dibangun pada masa yang lebih purbakala dibanding masa kerajaan ke-4. Dalam bukunya "Ular Angkasa", John Washeth mengemukakan: perkembangan budaya Mesir mungkin bukan berasal dari daerah aliran sungai Nil, melainkan berasal dari budaya yang lebih awal dan hebat yang lebih kuno ribuan tahun dibanding Mesir kuno, warisan budaya yang diwariskan yang tidak diketahui oleh kita.

Ini, selain alasan secara teknologi bangunan yang diuraikan sebelumnya, dan yang ditemukan di atas yaitu patung Sphinx sangat parah dimakan karat juga telah membuktikan hal ini.

Ahli ilmu pasti Swalle Rubich dalam "Ilmu Pengetahuan Kudus" menunjukkan: pada tahun 11.000 SM, Mesir pasti telah mempunyai sebuah budaya yang hebat. Pada saat itu Sphinx telah ada, sebab bagian badan singa bermuka manusia itu, selain kepala, jelas sekali ada bekas erosi. Perkiraannya adalah pada sebuah banjir dahsyat tahun 11.000 SM dan hujan lebat yang silih berganti lalu mengakibatkan bekas erosi.

Perkiraan erosi lainnya pada Sphinx adalah air hujan dan angin. Washeth mengesampingkan dari kemungkinan air hujan, sebab selama 9.000 tahun di masa lalu dataran tinggi Jazirah, air hujan selalu tidak mencukupi, dan harus melacak kembali hingga tahun 10000 SM baru ada cuaca buruk yang demikian.

Washeth juga mengesam-pingkan kemungkinan tererosi oleh angin, karena bangunan batu kapur lainnya pada masa kerajaan ke-4 malah tidak mengalami erosi yang sama. Tulisan berbentuk gajah dan prasasti yang ditinggalkan masa kerajaan kuno tidak ada sepotong batu pun yang mengalami erosi yang parah seperti yang terjadi pada Sphinx.

Profesor Universitas Boston, dan ahli dari segi batuan erosi Robert S. juga setuju dengan pandangan Washeth sekaligus menujukkan: Bahwa erosi yang dialami Sphinx, ada beberapa bagian yang kedalamannya mencapai 2 meter lebih, sehingga berliku-liku jika dipandang dari sudut luar, bagaikan gelombang, jelas sekali merupakan bekas setelah mengalami tiupan dan terpaan angin yang hebat selama ribuan tahun.

Washeth dan Robert S. juga menunjukkan: Teknologi bangsa Mesir kuno tidak mungkin dapat mengukir skala yang sedemikian besar di atas sebuah batu raksasa, produk seni yang tekniknya rumit.

Jika diamati secara keseluruhan, kita bisa menyimpulkan secara logis, bahwa pada masa purbakala, di atas tanah Mesir, pernah ada sebuah budaya yang sangat maju, namun karena adanya pergeseran lempengan bumi, daratan batu tenggelam di lautan, dan budaya yang sangat purba pada waktu itu akhirnya disingkirkan, meninggalkan piramida dan Sphinx dengan menggunakan teknologi bangunan yang sempurna.

Dalam jangka waktu yang panjang di dasar lautan, piramida raksasa dan Sphinx mengalami rendaman air dan pengikisan dalam waktu yang panjang, adalah penyebab langsung yang mengakibatkan erosi yang parah terhadap Sphinx.

Karena bahan bangunan piramida raksasa Jazirah adalah hasil teknologi manusia yang tidak diketahui orang sekarang, kemampuan erosi tahan airnya jauh melampaui batu alam, sedangkan Sphinx  terukir dengan keseluruhan batu alam, mungkin ini penyebab yang nyata piramida raksasa dikikis oleh air laut yang tidak tampak dari permukaan.

Keterangan gambar: Sphinx yang bertetangga dekat dengan piramida raksasa kelihatannya sangat kuno. Para ilmuwan memastikan bahwa dari badannya, saluran dan irigasi yang seperti dikikis air, ia pernah mengalami sebagian cuaca yang lembab, karenanya memperkirakan bahwa ia sangat berkemungkinan telah ada sebelum 10 ribu tahun silam.
 

on
20 Misteri Dunia yang Belum Dapat Dipecahkan

BUAT YANG LIKE+KOMEN - Semoga Anda Panjang Umur, Sehat Selalu & Banyak Rezeki

1. kerajaan inca di Amerika Selatan
Kekaisaran Inka perkasa dari Amerika Selatan berkembang antara 1200 dan 1535 Masehi. Mereka mengembangkan sistem drainase dan kanal untuk memperluas tanaman mereka, dan kota-kota dibangun di atas batu pegunungan yang curam – seperti Machu Picchu (di atas) – tanpa pernah inventing the wheel. Meskipun prestasi mereka yang luas, Kekaisaran Inka dengan 40.000 tentara yang diawaki tidak cocok untuk 180 conquistador Spanyol bersenjata dengan senjata canggih dan cacar.
2. Piramida Kuno di Giza, Mesir
Khafre (l.) dan Khufu (r.) adalah dua dari tiga Piramid kuno di Giza, Mesir. Khufu adalah yang terbesar, terdiri dari lebih dari 2 juta batu dengan beberapa 9 ton beratnya. Piramida, dibangun sebagai makam raja-raja yang rumit untuk ilahi, tanggal kembali ke 2550 SM. Egyptologists modern percaya bahwa Piramid yang terbuat dari batu diseret dari tambang dan, meskipun kesaksian Yunani kuno, dibangun terutama oleh pengrajin terampil daripada tenaga budak.
3. Kuil Maya
Menurut Long Count Mesoamerika Kalender, yang dibuat terkenal oleh orang-orang Maya kuno, Desember 2012 menandai berakhirnya siklus baktun saat ini. Ini sedikit informasi telah banyak arkeolog ketakutan. Beberapa percaya bangsa Maya peringatan dari kiamat datang, sementara yang lain bersikeras itu hanya kesalahpahaman matematika.
4. Legenda El Dorado
Legenda El Dorado berasal dari Muisca, yang tinggal di negara modern Kolombia 1000-1538 Masehi. Dalam sebuah upacara ritual untuk dewi mereka, kepala suku akan menutupi dirinya dalam debu emas dan melompat ke danau sebagai persembahan. Hal ini melahirkan legenda kota emas yang hilang, yang dipimpin conquistador Spanyol pada seekor angsa liar mengejar ke mana-mana.
5. Pulau Paskah
Pulau Paskah, juga dikenal sebagai Rapa Nui, yang jauh terletak 2.000 mil di lepas pantai Tahiti. Para pemukim asli dari pulau itu Polinesia yang bermigrasi ke tanah jauh-off antara 400 dan 600 SM. Mereka membangun kuil dan patung banyak, yang disebut Moai, dari batu yang digali di seluruh pulau termasuk situs gunung berapi.Para peneliti masih mempertanyakan persis bagaimana batu-batu besar dipindahkan.
6. Segitiga Bermuda
Segitiga Bermuda – terletak di Atlantik antara Bermuda, Florida dan Puerto Rico – adalah seorang pencuri, mencuri pesawat dan kapal langsung dari keberadaan.Daerah ini mendapat namanya setelah Sersan. Howell Thompson (l.), bersama dengan 27 penerbang Angkatan Laut, menghilang dari tempat iblis selama penerbangan rutin pada tahun 1945. Rumor bertahan pada penjelasan supranatural, tetapi banyak spesialis menyalahkan badai, Stream Teluk berat dan kesalahan manusia.
7. Garis Nazca
Garis nazca mencakup lebih dari 190 mil persegi di padang pasir selatan Peru.Bentuk misterius terukir di lapangan sepak bola tanah mendahului saingan dan Kekaisaran Inca. Angka tersebut ‘Las Manos’ (di atas) adalah 2.000 tahun. Sedikit yang tahu tentang mengapa orang-orang Nazca dibangun potongan besar seperti seni pasir, beberapa percaya mereka ekstraterestrial di alam, sementara yang lain mengklaim bahwa mereka mungkin telah dibawa dan menunjuk ke sumber air.
8. Aliens
Area 51, yang terletak di Groom Lake di bagian selatan Nevada (c.), didirikan pada tahun 1955 oleh Angkatan Udara AS untuk mengembangkan dan menguji pesawat baru – seperti U-2 pesawat Spy, A-12 Blackbird dan F-117 Stealth Fighter . Sifat rahasia dari pangkalan militer, dikombinasikan dengan penelitian pesawat diklasifikasikan, membantu teori konspirasi bayangkan instalasi diisi dengan perjalanan waktu eksperimen, UFO dan otopsi coverups asing.
9. Sphinx of Giza, Mesir
Mesir yang menakjubkan, Sphinx di Giza memiliki tubuh singa dan kepala Firaun, diyakini oleh sebagian besar adalah bahwa raja Khafre. Hal itu diukir dari batu kapur lembut, dan telah perlahan-lahan jatuh terpisah selama bertahun-tahun. Sebuah teori populer hidung hilang klaim tentara Napoleon menembak dengan sebuah meriam pada tahun 1798, namun sketsa awal menemukan Sphinx tanpa mengamuk hidung mendahului Napoleon.
10. Loch Ness Rakasa
Menurut cerita rakyat Skotlandia, makhluk mistis disebut kuda air umpan anak kecil ke kuburan air dengan menipu mereka untuk naik kembali lengket. Para Rakasa Loch Ness menjadi heran bahasa Inggris pada tahun 1933, setelah laporan saksi menjadi berita utama surat kabar. Tidak ada bukti keras makhluk yang pernah direkam dengan beberapa gambar, termasuk satu di atas, yang terbukti sebagai hoax.
11. The Fountain of Youth
Don Juan Ponce de Leon menyelesaikan klaim Spanyol di Amerika pada 1509, dan segera setelah diangkat menjadi gubernur dari Puerto Rico. Enam tahun kemudian, setelah rumor India, ia melakukan perjalanan ke utara menuju pulau Bimini mencari Fountain of Youth. Bimini ternyata semenanjung Florida, dan air mancur tetap tersembunyi sampai Juli 2006, ketika pesulap terkenal David Copperfield mengklaim perairan pada $ nya 50 juta Exumas Island (c.) memiliki sifat penyembuhan.
12. Chupacabra
Phylis Canion memegang kepala chupacabra di rumahnya di Cuero, Texas. Binatang aneh, pertama kali dilaporkan di Puerto Rico pada tahun 1995, ternyata memiliki rasa darah ayam dan kambing. Meskipun banyak gambar seperti di atas bisa membuktikan eksistensinya, ahli biologi menjamin tidak ada makhluk seperti itu.
13. The Ark of the Covenant
Tabut Perjanjian adalah dijelaskan dalam Alkitab sebagai sebuah peti mati kayu, berlapis emas, dibuat untuk membawa tablet dari Sepuluh Perintah Allah. Peti mati itu dibawa seluruh gurun dan tetap di Bait Allah Israel sampai perusakan oleh tangan Kekaisaran Babel. Keberadaannya masih belum diketahui, namun Hollywood versi sendiri untuk ‘Raiders dari Ark Hilang
14. The Stonehenge
Pemandangan Stonehenge Salisbury Plain, Inggris, telah menjadi hotspot wisata.Tapi sebelum orang asing dengan jaket dan kamera muncul, daerah tersebut mungkin telah tempat penguburan dan ruang seremonial sejak 5.000 tahun.
15. The Iron Pillar of Delhi
Pilar Besi Delhi adalah pilar, 1.600 tahun 22 kaki tinggi yang terletak di kompleks Quthb di India. Pilar, terbuat dari besi tempa 98%, telah mengejutkan para ilmuwan dengan kemampuannya untuk menahan korosi setelah bertahun-tahun.
16. Stone Spheres in Costa Rica
Ditemukan di awal 1940-an di Kosta Rika selama penggalian oleh Perusahaan Buah Serikat, bola batu sempurna tanggal dari 600 AD untuk abad ke-16. Pembuat dan tujuan mereka masih belum dikonfirmasi, banyak yang percaya mereka ada beberapa patung agama dibuat untuk menyembah matahari.
17. Mothman
Sebuah humanoid dengan sayap serangga dan mata merah, yang dikenal sebagai Mothman, diteror Point Pleasant, W.Va., selama akhir 1960-an. Tidak ada bukti yang solid ada makhluk, kecuali untuk segelintir laporan saksi didokumentasikan dalam paranormal-jurnalis John A Keel ‘Mothman Prophecies’.
18. Jersey Devil
Menurut legenda, 250 tahun yang lalu seorang wanita Jersey dengan nama Mrs Leeds berteriak putus asa selama kehamilan 13 nya, “Biarkan saja Iblis!” Setelah persalinan, bayi itu diturunkan menjadi makhluk kanguru-seperti dengan sayap , dan terbang pergi untuk menyebabkan semua jenis kerusakan Iblis Jersey. Hari ini Iblis Jersey dapat dilihat mendapatkan penggemar kesal selama pertandingan hoki lokal.
19. The Tunguska Explosion of Russia
Ledakan Tunguska di Rusia terjadi sekitar 07:14 pada tanggal 30 Juni 1908. Untuk tanggal ini, penyebab pasti ledakan – yang meratakan 80 juta pohon selama 830 mil persegi – tetap menjadi perdebatan sengit. Paling percaya kepadanya untuk disebabkan oleh fragmen meteorit, yang lain bersikeras baik lubang hitam atau asal UFO.
20. The Lost City of Atlantis
Kota Hilang Atlantis diperkenalkan ke Barat 2.400 tahun yang lalu oleh Plato, yang mengklaim menjadi rumah pulau masyarakat maju. Legenda mengatakan itu adalah tenggelam karena gempa bumi, dengan interpretasi kemudian sebagai sebuah kerajaan bawah air dilindungi oleh putri duyung. Keberadaannya masih misteri, bukti terbaru menunjukkan air itu pernah terpisah dari daratan yang lebih besar di Siprus dari Mediterania (c.), tetapi hanya benar ada Atlantis di Bahama sebagai sebuah kasino besar dan hotel resor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar